Sabtu, 14 September 2013

lambayan rintik2 di pagi hari

pagi yg seharusnya sibuk dengan aktivitas kali ini tidak begitu,angin terlalu keras mengepakkan sayapnya,menggiring awan hitam menghampar di atas pundakku,yg berakhir dengan siraman gerimis yg dia berikan,melembabkan jiwa2 tandus yg terserang emosi,juga ego yg mengundang kegersangan,kini di pagi yg penuh tanda tanya itu semua telah berubah,laksana kemarau yg digantikan musim hujan,banyak yg berharap dan menggantungkan diri padanya,dari jiwa2 sehat hingga jiwa2 yg gila,
wahai jiwa2 berkabung hentikanlah huru-hara yg selama ini mencegah kalian untuk maju,menutup mata kalian dari apa yg seharunya anda lakukan,
bukan siapa leluhurmu,bukan pula seberapa kuat ototmu untuk meraih kebahagaan yg abadi,tapi seberapa dekatkah kamu dari jangkauan rahmat tuhanmu......

peta perang akhir zaman dari rosulullah as

egeri Syam Negeri Yang 
Dijanjikan Tempat Pertempuran 
Akhir Zaman 
Isu kezhaliman terhadap Muslim 
Suriah sampai saat ini seolah 
kurang laku. Perhatian Muslim di 
Nusantara lebih tertarik pada isu 
lain yang lebih populer dan 
dikenal, yaitu Palestina. 
Padahal Palestina dan Suriah sama- 
sama bagian dari bumi Syam yang 
diberkahi. Negeri Syam baru 
dipecah-belah menjadi Suriah, 
Palestina, Yordan dan Libanon 
setelah khilafah Islamiyah 
diruntuhkan Yahudi dan Barat. 
Persekutuan Barat kemudian 
menyerahkan negeri-negeri kecil 
baru itu kepada para boneka 
lokalnya. Suriah diserahkan pada 
minoritas Nushairi Alawi. 
Sementara Palestina diserahkan 
pada Yahudi Zionis yang 
didatangkan dari berbagai negeri, 
menambah jumlah Yahudi lokal 
yang tadinya minoritas.Lalu, karena 
dibelah-belah oleh Perjanjian 
Sykes-Picott, apakah wala dan 
kepedulian kita juga ikut terbelah? 
Ingatlah teladan Dr. Abdullah 
Azzam, ulama mujahid kelahiran 
Palestina yang berjihad di Afghan 
dan syahid terbunuh di Pakistan. 
Bumi Islam itu satu. Demikian pula 
Bumi Syam. Semuanya milik umat 
Islam yang bertauhid, bersujud 
dan tunduk hanya kepada Allah 
bukan kepada Amerika atau Ali. 
Milik umat Rasululllah yang setia 
pada manhaj beliau, bukan milik 
mereka yang melecehkan para 
sahabat dan istri beliau. 
Tahukah Anda? Syekh Izzuddin al 
Qassam, yang syahid dalam jihad 
di Palestina dan kini menjadi nama 
Brigade Hamas, adalah ulama 
kelahiran Jablah, sebuah kota di 
Provinsi Latakia, Suriah. Jablah kini 
masih dikuasai rezim. Di sana 
terdapat pangkalan udara yang 
heli-helinya rajin menyerang kota- 
kota di sekitarnya dengan roket 
dan bom birmil. 
Tahukah Anda? Shalahuddin al 
Ayyubi -pahlawan Islam dalam 
perang salib- memiliki benteng 
besar di Haffa, masih di Suriah 
juga. Kini benteng kokoh yang 
indah itu mulai rusak dimakan 
zaman dan sabotase rezim 
Nushairi Basyar Asad. 
Jadi, Suriah adalah bagian tak 
terpisahkan dari Syam dan 
Palestina. Keduanya sama-sama 
dizhalimi. Yang satu dijajah Zionis, 
yang satunya dihancurkan kota- 
kota dan dibantai penduduknya 
oleh rezim Nushairi yang sesat. 
Maka, Anda -Muslim yang peduli 
dan cinta Palestina- seharusnya 
juga peduli dan cinta pada Suriah. 
Dan saat ini, mereka betul-betul 
menderita. Muslim di sana 
digempur setiap hari di tengah 
musim dingin yang menggigit 
tulang. 
Ingatlah pesan Rasulullah SAW, 
“Tidak beriman seseorang di 
antara kalian hingga ia mencintai 
bagi saudaranya apa yang 
dicintainya bagi dirinya 
sendiri” (HR Bukhari dalam kitab 
Arba’in Nawawiyah). 
Jika Anda menyukai keamanan 
bagi diri dan keluarga, seharusnya 
Anda menyukai dan 
mengusahakan keamanan bagi 
Muslim Suriah yang tengah 
dibantai. (Hasi/Islampos) 
10 Keutamaan Negeri Syam 
DAMASKUS adalah ibu kota bagi 
Negara Suriah. Yang dahulunya 
terkenal dengan nama ‘negeri 
syam’. Dimana negeri Syam ini 
adalah pada hakikatnya meliputi 
empat negara, Suriah, Yordania, 
Palestina dan Lebanon. Tetapi 
sekarang jelas sekali telah dipecah 
kerajaan Eropa. Namun, meskipun 
telah terpisah menjadi empat 
negara, Suriah masihlah kuat 
disebut-sebut sebagai negeri Syam 
terakhir kerana terdapat ibu kota 
Damaskus. Ada beberapa hadist 
akhir zaman sehubungan Syam 
yang sudah disebutkan Rasulullah 
SAW. Berikut petikannya: 
Penduduk Syam senantiasa berada 
di atas al-haqq yang dominan 
hingga datang Kiamat. 
“Sebagian umatku ada yang selalu 
melaksanakan perintah Allah, tak 
terpengaruh orang yang 
menggembosi dan tidak pula 
orang yang berseberangan hingga 
datang keputusan Allah, dan 
mereka senantiasa dalam keadaan 
demikian. Mu’adz berkata: dan 
mereka ada di Syam.“ (HR.Bukhari) 
“Jika penduduk Syam rusak 
agamanya maka tak tersisa 
kebaikan di tengah kalian. Akan 
selalu ada satu kelompok dari 
umatku yang dimenangkan oleh 
Allah, tak terpengaruh orang yang 
menggembosi dan tidak pula 
orang yang berseberangan hingga 
datang hari Kiamat.” 
Doa Nabi saw meminta barokah 
untuk negeri Syam, dan harapan 
Nabi saw agar penduduknya 
dihindarkan dari keburukan dan 
musibah. 
Ya Allah, berilah kami barakah 
pada negeri Syam, ya Allah berilah 
kami barakah pada negeri Yaman. 
Para sahabat bertanya: termasuk 
Nejed ? Rasulullah berdoa: Ya Allah 
berilah kami barakah pada negeri 
Syam, ya Allah berilah kami 
barakah pada negeri Yaman. Para 
sahabat masih bertanya: termasuk 
Nejed ? Rasulullah saw menjawab: 
Di sana (nejed) terjadi gempa dan 
huru-hara, dan di sana muncul dua 
tanduk syetan. (HR. Bukhari) 
Catatan: Yang dimaksud dengan 
Nejed dalam hadits ini adalah Iraq. 
Penduduk Syam diuji oleh Allah 
dengan penyakit tho’un (wabah 
pes) agar mendapat syahadah dan 
rohmat. 
“Jibril datang kepadaku dengan 
membawa demam dan pes, aku 
menahan demam di Madinah dan 
aku lepaskan pes untuk negeri 
Syam, karena meninggal karena 
pes merupakan mati syahid bagi 
umatku, rahmat bagi mereka, 
sekaligus kehinaan bagi kaum 
kafir.” (HR. Imam Ahmad) 
Negeri Syam dinaungi sayap 
malaikat rahmat 
“Beruntunglah negeri Syam. 
Sahabat bertanya: mengapa ? 
Jawab Nabi saw: Malaikat rahmat 
membentangkan sayapnya di atas 
negeri Syam.” (HR. Imam Ahmad) 
Syam adalah negeri iman dan Islam 
saat terjadi huru-hara dan 
peperangan dahsyat. 
“Aku bermimpi melihat tiang kitab 
(Islam) ditarik dari bawah 
bantalku, aku ikuti pandanganku, 
ternyata ia adalah cahaya sangat 
terang hingga aku mengira akan 
mencabut penglihatanku, lalu 
diarahkan tiang cahaya itu ke 
Syam, dan aku lihat bahwa bila 
fitnah (konflik) terjadi maka iman 
terletak di negeri Syam.” 
Syam merupakan pusat negeri 
Islam di akhir zaman 
“Salamah bin Nufail berkata: aku 
datang menemui Nabi saw dan 
berkata: aku bosan merawat kuda 
perang, aku meletakkan senjataku 
dan perang telah ditinggalkan para 
pengusungnya, tak ada lagi 
perang. Nabi saw menjawab: 
Sekarang telah tiba saat 
berperang, akan selalu ada satu 
kelompok di tengah umatku yang 
unggul melawan musuh- 
musuhnya, Allah sesatkan hati-hati 
banyak kalangan untuk kemudian 
kelompok tersebut memerangi 
mereka, dan Allah akan memberi 
rizki dari mereka (berupa 
ghanimah) hingga datang 
keputusan Allah (Kiamat) dan 
mereka akan selalu demikian 
adanya. Ketahuilah, pusat negeri 
Islam adalah Syam. Kuda perang 
terpasang tali kekang di kepalanya 
(siap perang), dan itu membawa 
kebaikan hingga datangnya 
Kiamat.” (HR. Imam Ahmad) 
Syam merupakan benteng umat 
Islam saat terjadinya malhamah 
kubro (perang dahsyat akhir 
zaman) 
“Auf bin Malik al-Asyja’iy berkata: 
Aku menemui Nabi saw lalu aku 
ucapkan salam. Nabi saw: Auf ? 
Aku: Ya, benar. Nabi saw: 
Masuklah. Aku: Semua atau aku 
sendiri? Nabi saw: Masuklah 
semua. Nabi saw: Wahai Auf, 
hitung ada enam tanda Kiamat. 
Pertama, kematianku. Aku: Kalimat 
Nabi saw ini membuatku 
menangis sehingga Nabi saw 
membujukku untuk diam. Aku lalu 
menghitung: satu. Nabi saw: 
Penaklukan Baitul Maqdis. Aku: 
Dua. Nabi saw: Kematian yang 
akan merenggut umatku dengan 
cepat seperti wabah kematian 
kambing. Aku: Tiga. Nabi saw: 
Konflik dahsyat yang menimpa 
umatku. Aku: Empat. Nabi saw: 
Harta membumbung tinggi 
nilainya hingga seseorang diberi 
100 dinar masih belum puas. Aku: 
Lima. Nabi saw: Terjadi gencatan 
senjata antara kalian dengan Bani 
Ashfar (bangsa pirang), lalu 
mereka mendukung kalian dengan 
80 tujuan. Aku: Apa maksud 
tujuan? Nabi saw: Maksudnya 
panji. Pada tiap panji terdisi dari 
12.000 prajurit. Benteng umat 
Islam saat itu di wilayah yang 
disebut Ghouthoh, daerah sekitar 
kota Damaskus.” (HR. Imam 
Ahmad) 
Catatan: Daerah bernama 
Ghauthah masih ada hingga kini, 
tak berubah namanya, dan 
letaknya memang dekat Damaskus. 
Pasukan terbaik akhir zaman ada 
di Syam dan Allah menjamin 
kemenangan mereka. 
“Pada akhirnya umat Islam akan 
menjadi pasukan perang: satu 
pasukan di Syam, satu pasukan di 
Yaman, dan satu pasukan lagi di 
Iraq. Ibnu Hawalah bertanya: 
Wahai Rasulullah, pilihkan untukku 
jika aku mengalaminya. Nabi saw: 
Hendaklah kalian memilih Syam, 
karena ia adalah negeri pilihan 
Allah, yang Allah kumpulkan di 
sana hamba-hamba pilihan-Nya, 
jika tak bisa hendaklah kalian 
memilih Yaman dan berilah minum 
(hewan kalian) dari kolam-kolam 
(di lembahnya), karena Allah 
menjamin untukku negeri Syam 
dan penduduknya.” (HR. Imam 
Ahmad). 
Kematian Dajjal terjadi di Syam 
“Al-Masih Dajjal akan datang dari 
arah timur, ia menuju Madinah, 
hingga berada di balik Uhud, ia 
disambut oleh malaikat, maka 
malaikat membelokkan arahnya ke 
Syam, di sana ia dibinasakan, di 
sana dibinasakan.” (HR. Imam 
Ahmad) 
“Dajjal akan keluar di tengah 
Yahudi Asfahan hingga mencapai 
Madinah, ia singgah di 
perbatasannya, saat itu Madinah 
memiliki 7 pintu pada tiap pintu 
dijaga oleh 2 malaikat, maka 
penduduk Madinah yang jahat 
bergabung dengan Dajjal, hingga 
bila mereka mencapai pintu Ludd, 
Isa as turun lalu membunuhnya, 
dan sesudah itu Isa as hidup di 
dunia 40 tahun sebagai pemimpin 
yang adil dan hakim yang 
bijak.” (HR. Imam Ahmad). 
Syam adalah negeri titik temu dan 
titik tolak 
“Kalian akan dikumpulkan di sana 
– tangannya menunjuk ke Syam – 
jalan kaki atau naik kendaraan 
maupun berjalan terbalik (kepala 
di bawah) … “(HR. Imam Ahmad) 
“Maimunah bertanya kepada Nabi 
saw: Wahai Nabi Allah, jelaskan 
kepada kami tentang Baitul 
Maqdis. Maka Nabi saw menjawab: 
Dia adalah negeri titik bertolak dan 
titik berkumpul, datanglah ke sana 
dan sholatlah di sana, karena 
sholat di sana bernilai 1000 kali 
sholat di tempat lain.” (HR. Ahmad).