wahai jiwa2 berkabung hentikanlah huru-hara yg selama ini mencegah kalian untuk maju,menutup mata kalian dari apa yg seharunya anda lakukan,
bukan siapa leluhurmu,bukan pula seberapa kuat ototmu untuk meraih kebahagaan yg abadi,tapi seberapa dekatkah kamu dari jangkauan rahmat tuhanmu......
Sabtu, 14 September 2013
lambayan rintik2 di pagi hari
pagi yg seharusnya sibuk dengan aktivitas kali ini tidak begitu,angin terlalu keras mengepakkan sayapnya,menggiring awan hitam menghampar di atas pundakku,yg berakhir dengan siraman gerimis yg dia berikan,melembabkan jiwa2 tandus yg terserang emosi,juga ego yg mengundang kegersangan,kini di pagi yg penuh tanda tanya itu semua telah berubah,laksana kemarau yg digantikan musim hujan,banyak yg berharap dan menggantungkan diri padanya,dari jiwa2 sehat hingga jiwa2 yg gila,
peta perang akhir zaman dari rosulullah as
egeri Syam Negeri Yang
Dijanjikan Tempat Pertempuran
Akhir Zaman
Isu kezhaliman terhadap Muslim
Suriah sampai saat ini seolah
kurang laku. Perhatian Muslim di
Nusantara lebih tertarik pada isu
lain yang lebih populer dan
dikenal, yaitu Palestina.
Padahal Palestina dan Suriah sama-
sama bagian dari bumi Syam yang
diberkahi. Negeri Syam baru
dipecah-belah menjadi Suriah,
Palestina, Yordan dan Libanon
setelah khilafah Islamiyah
diruntuhkan Yahudi dan Barat.
Persekutuan Barat kemudian
menyerahkan negeri-negeri kecil
baru itu kepada para boneka
lokalnya. Suriah diserahkan pada
minoritas Nushairi Alawi.
Sementara Palestina diserahkan
pada Yahudi Zionis yang
didatangkan dari berbagai negeri,
menambah jumlah Yahudi lokal
yang tadinya minoritas.Lalu, karena
dibelah-belah oleh Perjanjian
Sykes-Picott, apakah wala dan
kepedulian kita juga ikut terbelah?
Ingatlah teladan Dr. Abdullah
Azzam, ulama mujahid kelahiran
Palestina yang berjihad di Afghan
dan syahid terbunuh di Pakistan.
Bumi Islam itu satu. Demikian pula
Bumi Syam. Semuanya milik umat
Islam yang bertauhid, bersujud
dan tunduk hanya kepada Allah
bukan kepada Amerika atau Ali.
Milik umat Rasululllah yang setia
pada manhaj beliau, bukan milik
mereka yang melecehkan para
sahabat dan istri beliau.
Tahukah Anda? Syekh Izzuddin al
Qassam, yang syahid dalam jihad
di Palestina dan kini menjadi nama
Brigade Hamas, adalah ulama
kelahiran Jablah, sebuah kota di
Provinsi Latakia, Suriah. Jablah kini
masih dikuasai rezim. Di sana
terdapat pangkalan udara yang
heli-helinya rajin menyerang kota-
kota di sekitarnya dengan roket
dan bom birmil.
Tahukah Anda? Shalahuddin al
Ayyubi -pahlawan Islam dalam
perang salib- memiliki benteng
besar di Haffa, masih di Suriah
juga. Kini benteng kokoh yang
indah itu mulai rusak dimakan
zaman dan sabotase rezim
Nushairi Basyar Asad.
Jadi, Suriah adalah bagian tak
terpisahkan dari Syam dan
Palestina. Keduanya sama-sama
dizhalimi. Yang satu dijajah Zionis,
yang satunya dihancurkan kota-
kota dan dibantai penduduknya
oleh rezim Nushairi yang sesat.
Maka, Anda -Muslim yang peduli
dan cinta Palestina- seharusnya
juga peduli dan cinta pada Suriah.
Dan saat ini, mereka betul-betul
menderita. Muslim di sana
digempur setiap hari di tengah
musim dingin yang menggigit
tulang.
Ingatlah pesan Rasulullah SAW,
“Tidak beriman seseorang di
antara kalian hingga ia mencintai
bagi saudaranya apa yang
dicintainya bagi dirinya
sendiri” (HR Bukhari dalam kitab
Arba’in Nawawiyah).
Jika Anda menyukai keamanan
bagi diri dan keluarga, seharusnya
Anda menyukai dan
mengusahakan keamanan bagi
Muslim Suriah yang tengah
dibantai. (Hasi/Islampos)
10 Keutamaan Negeri Syam
DAMASKUS adalah ibu kota bagi
Negara Suriah. Yang dahulunya
terkenal dengan nama ‘negeri
syam’. Dimana negeri Syam ini
adalah pada hakikatnya meliputi
empat negara, Suriah, Yordania,
Palestina dan Lebanon. Tetapi
sekarang jelas sekali telah dipecah
kerajaan Eropa. Namun, meskipun
telah terpisah menjadi empat
negara, Suriah masihlah kuat
disebut-sebut sebagai negeri Syam
terakhir kerana terdapat ibu kota
Damaskus. Ada beberapa hadist
akhir zaman sehubungan Syam
yang sudah disebutkan Rasulullah
SAW. Berikut petikannya:
Penduduk Syam senantiasa berada
di atas al-haqq yang dominan
hingga datang Kiamat.
“Sebagian umatku ada yang selalu
melaksanakan perintah Allah, tak
terpengaruh orang yang
menggembosi dan tidak pula
orang yang berseberangan hingga
datang keputusan Allah, dan
mereka senantiasa dalam keadaan
demikian. Mu’adz berkata: dan
mereka ada di Syam.“ (HR.Bukhari)
“Jika penduduk Syam rusak
agamanya maka tak tersisa
kebaikan di tengah kalian. Akan
selalu ada satu kelompok dari
umatku yang dimenangkan oleh
Allah, tak terpengaruh orang yang
menggembosi dan tidak pula
orang yang berseberangan hingga
datang hari Kiamat.”
Doa Nabi saw meminta barokah
untuk negeri Syam, dan harapan
Nabi saw agar penduduknya
dihindarkan dari keburukan dan
musibah.
Ya Allah, berilah kami barakah
pada negeri Syam, ya Allah berilah
kami barakah pada negeri Yaman.
Para sahabat bertanya: termasuk
Nejed ? Rasulullah berdoa: Ya Allah
berilah kami barakah pada negeri
Syam, ya Allah berilah kami
barakah pada negeri Yaman. Para
sahabat masih bertanya: termasuk
Nejed ? Rasulullah saw menjawab:
Di sana (nejed) terjadi gempa dan
huru-hara, dan di sana muncul dua
tanduk syetan. (HR. Bukhari)
Catatan: Yang dimaksud dengan
Nejed dalam hadits ini adalah Iraq.
Penduduk Syam diuji oleh Allah
dengan penyakit tho’un (wabah
pes) agar mendapat syahadah dan
rohmat.
“Jibril datang kepadaku dengan
membawa demam dan pes, aku
menahan demam di Madinah dan
aku lepaskan pes untuk negeri
Syam, karena meninggal karena
pes merupakan mati syahid bagi
umatku, rahmat bagi mereka,
sekaligus kehinaan bagi kaum
kafir.” (HR. Imam Ahmad)
Negeri Syam dinaungi sayap
malaikat rahmat
“Beruntunglah negeri Syam.
Sahabat bertanya: mengapa ?
Jawab Nabi saw: Malaikat rahmat
membentangkan sayapnya di atas
negeri Syam.” (HR. Imam Ahmad)
Syam adalah negeri iman dan Islam
saat terjadi huru-hara dan
peperangan dahsyat.
“Aku bermimpi melihat tiang kitab
(Islam) ditarik dari bawah
bantalku, aku ikuti pandanganku,
ternyata ia adalah cahaya sangat
terang hingga aku mengira akan
mencabut penglihatanku, lalu
diarahkan tiang cahaya itu ke
Syam, dan aku lihat bahwa bila
fitnah (konflik) terjadi maka iman
terletak di negeri Syam.”
Syam merupakan pusat negeri
Islam di akhir zaman
“Salamah bin Nufail berkata: aku
datang menemui Nabi saw dan
berkata: aku bosan merawat kuda
perang, aku meletakkan senjataku
dan perang telah ditinggalkan para
pengusungnya, tak ada lagi
perang. Nabi saw menjawab:
Sekarang telah tiba saat
berperang, akan selalu ada satu
kelompok di tengah umatku yang
unggul melawan musuh-
musuhnya, Allah sesatkan hati-hati
banyak kalangan untuk kemudian
kelompok tersebut memerangi
mereka, dan Allah akan memberi
rizki dari mereka (berupa
ghanimah) hingga datang
keputusan Allah (Kiamat) dan
mereka akan selalu demikian
adanya. Ketahuilah, pusat negeri
Islam adalah Syam. Kuda perang
terpasang tali kekang di kepalanya
(siap perang), dan itu membawa
kebaikan hingga datangnya
Kiamat.” (HR. Imam Ahmad)
Syam merupakan benteng umat
Islam saat terjadinya malhamah
kubro (perang dahsyat akhir
zaman)
“Auf bin Malik al-Asyja’iy berkata:
Aku menemui Nabi saw lalu aku
ucapkan salam. Nabi saw: Auf ?
Aku: Ya, benar. Nabi saw:
Masuklah. Aku: Semua atau aku
sendiri? Nabi saw: Masuklah
semua. Nabi saw: Wahai Auf,
hitung ada enam tanda Kiamat.
Pertama, kematianku. Aku: Kalimat
Nabi saw ini membuatku
menangis sehingga Nabi saw
membujukku untuk diam. Aku lalu
menghitung: satu. Nabi saw:
Penaklukan Baitul Maqdis. Aku:
Dua. Nabi saw: Kematian yang
akan merenggut umatku dengan
cepat seperti wabah kematian
kambing. Aku: Tiga. Nabi saw:
Konflik dahsyat yang menimpa
umatku. Aku: Empat. Nabi saw:
Harta membumbung tinggi
nilainya hingga seseorang diberi
100 dinar masih belum puas. Aku:
Lima. Nabi saw: Terjadi gencatan
senjata antara kalian dengan Bani
Ashfar (bangsa pirang), lalu
mereka mendukung kalian dengan
80 tujuan. Aku: Apa maksud
tujuan? Nabi saw: Maksudnya
panji. Pada tiap panji terdisi dari
12.000 prajurit. Benteng umat
Islam saat itu di wilayah yang
disebut Ghouthoh, daerah sekitar
kota Damaskus.” (HR. Imam
Ahmad)
Catatan: Daerah bernama
Ghauthah masih ada hingga kini,
tak berubah namanya, dan
letaknya memang dekat Damaskus.
Pasukan terbaik akhir zaman ada
di Syam dan Allah menjamin
kemenangan mereka.
“Pada akhirnya umat Islam akan
menjadi pasukan perang: satu
pasukan di Syam, satu pasukan di
Yaman, dan satu pasukan lagi di
Iraq. Ibnu Hawalah bertanya:
Wahai Rasulullah, pilihkan untukku
jika aku mengalaminya. Nabi saw:
Hendaklah kalian memilih Syam,
karena ia adalah negeri pilihan
Allah, yang Allah kumpulkan di
sana hamba-hamba pilihan-Nya,
jika tak bisa hendaklah kalian
memilih Yaman dan berilah minum
(hewan kalian) dari kolam-kolam
(di lembahnya), karena Allah
menjamin untukku negeri Syam
dan penduduknya.” (HR. Imam
Ahmad).
Kematian Dajjal terjadi di Syam
“Al-Masih Dajjal akan datang dari
arah timur, ia menuju Madinah,
hingga berada di balik Uhud, ia
disambut oleh malaikat, maka
malaikat membelokkan arahnya ke
Syam, di sana ia dibinasakan, di
sana dibinasakan.” (HR. Imam
Ahmad)
“Dajjal akan keluar di tengah
Yahudi Asfahan hingga mencapai
Madinah, ia singgah di
perbatasannya, saat itu Madinah
memiliki 7 pintu pada tiap pintu
dijaga oleh 2 malaikat, maka
penduduk Madinah yang jahat
bergabung dengan Dajjal, hingga
bila mereka mencapai pintu Ludd,
Isa as turun lalu membunuhnya,
dan sesudah itu Isa as hidup di
dunia 40 tahun sebagai pemimpin
yang adil dan hakim yang
bijak.” (HR. Imam Ahmad).
Syam adalah negeri titik temu dan
titik tolak
“Kalian akan dikumpulkan di sana
– tangannya menunjuk ke Syam –
jalan kaki atau naik kendaraan
maupun berjalan terbalik (kepala
di bawah) … “(HR. Imam Ahmad)
“Maimunah bertanya kepada Nabi
saw: Wahai Nabi Allah, jelaskan
kepada kami tentang Baitul
Maqdis. Maka Nabi saw menjawab:
Dia adalah negeri titik bertolak dan
titik berkumpul, datanglah ke sana
dan sholatlah di sana, karena
sholat di sana bernilai 1000 kali
sholat di tempat lain.” (HR. Ahmad).
Dijanjikan Tempat Pertempuran
Akhir Zaman
Isu kezhaliman terhadap Muslim
Suriah sampai saat ini seolah
kurang laku. Perhatian Muslim di
Nusantara lebih tertarik pada isu
lain yang lebih populer dan
dikenal, yaitu Palestina.
Padahal Palestina dan Suriah sama-
sama bagian dari bumi Syam yang
diberkahi. Negeri Syam baru
dipecah-belah menjadi Suriah,
Palestina, Yordan dan Libanon
setelah khilafah Islamiyah
diruntuhkan Yahudi dan Barat.
Persekutuan Barat kemudian
menyerahkan negeri-negeri kecil
baru itu kepada para boneka
lokalnya. Suriah diserahkan pada
minoritas Nushairi Alawi.
Sementara Palestina diserahkan
pada Yahudi Zionis yang
didatangkan dari berbagai negeri,
menambah jumlah Yahudi lokal
yang tadinya minoritas.Lalu, karena
dibelah-belah oleh Perjanjian
Sykes-Picott, apakah wala dan
kepedulian kita juga ikut terbelah?
Ingatlah teladan Dr. Abdullah
Azzam, ulama mujahid kelahiran
Palestina yang berjihad di Afghan
dan syahid terbunuh di Pakistan.
Bumi Islam itu satu. Demikian pula
Bumi Syam. Semuanya milik umat
Islam yang bertauhid, bersujud
dan tunduk hanya kepada Allah
bukan kepada Amerika atau Ali.
Milik umat Rasululllah yang setia
pada manhaj beliau, bukan milik
mereka yang melecehkan para
sahabat dan istri beliau.
Tahukah Anda? Syekh Izzuddin al
Qassam, yang syahid dalam jihad
di Palestina dan kini menjadi nama
Brigade Hamas, adalah ulama
kelahiran Jablah, sebuah kota di
Provinsi Latakia, Suriah. Jablah kini
masih dikuasai rezim. Di sana
terdapat pangkalan udara yang
heli-helinya rajin menyerang kota-
kota di sekitarnya dengan roket
dan bom birmil.
Tahukah Anda? Shalahuddin al
Ayyubi -pahlawan Islam dalam
perang salib- memiliki benteng
besar di Haffa, masih di Suriah
juga. Kini benteng kokoh yang
indah itu mulai rusak dimakan
zaman dan sabotase rezim
Nushairi Basyar Asad.
Jadi, Suriah adalah bagian tak
terpisahkan dari Syam dan
Palestina. Keduanya sama-sama
dizhalimi. Yang satu dijajah Zionis,
yang satunya dihancurkan kota-
kota dan dibantai penduduknya
oleh rezim Nushairi yang sesat.
Maka, Anda -Muslim yang peduli
dan cinta Palestina- seharusnya
juga peduli dan cinta pada Suriah.
Dan saat ini, mereka betul-betul
menderita. Muslim di sana
digempur setiap hari di tengah
musim dingin yang menggigit
tulang.
Ingatlah pesan Rasulullah SAW,
“Tidak beriman seseorang di
antara kalian hingga ia mencintai
bagi saudaranya apa yang
dicintainya bagi dirinya
sendiri” (HR Bukhari dalam kitab
Arba’in Nawawiyah).
Jika Anda menyukai keamanan
bagi diri dan keluarga, seharusnya
Anda menyukai dan
mengusahakan keamanan bagi
Muslim Suriah yang tengah
dibantai. (Hasi/Islampos)
10 Keutamaan Negeri Syam
DAMASKUS adalah ibu kota bagi
Negara Suriah. Yang dahulunya
terkenal dengan nama ‘negeri
syam’. Dimana negeri Syam ini
adalah pada hakikatnya meliputi
empat negara, Suriah, Yordania,
Palestina dan Lebanon. Tetapi
sekarang jelas sekali telah dipecah
kerajaan Eropa. Namun, meskipun
telah terpisah menjadi empat
negara, Suriah masihlah kuat
disebut-sebut sebagai negeri Syam
terakhir kerana terdapat ibu kota
Damaskus. Ada beberapa hadist
akhir zaman sehubungan Syam
yang sudah disebutkan Rasulullah
SAW. Berikut petikannya:
Penduduk Syam senantiasa berada
di atas al-haqq yang dominan
hingga datang Kiamat.
“Sebagian umatku ada yang selalu
melaksanakan perintah Allah, tak
terpengaruh orang yang
menggembosi dan tidak pula
orang yang berseberangan hingga
datang keputusan Allah, dan
mereka senantiasa dalam keadaan
demikian. Mu’adz berkata: dan
mereka ada di Syam.“ (HR.Bukhari)
“Jika penduduk Syam rusak
agamanya maka tak tersisa
kebaikan di tengah kalian. Akan
selalu ada satu kelompok dari
umatku yang dimenangkan oleh
Allah, tak terpengaruh orang yang
menggembosi dan tidak pula
orang yang berseberangan hingga
datang hari Kiamat.”
Doa Nabi saw meminta barokah
untuk negeri Syam, dan harapan
Nabi saw agar penduduknya
dihindarkan dari keburukan dan
musibah.
Ya Allah, berilah kami barakah
pada negeri Syam, ya Allah berilah
kami barakah pada negeri Yaman.
Para sahabat bertanya: termasuk
Nejed ? Rasulullah berdoa: Ya Allah
berilah kami barakah pada negeri
Syam, ya Allah berilah kami
barakah pada negeri Yaman. Para
sahabat masih bertanya: termasuk
Nejed ? Rasulullah saw menjawab:
Di sana (nejed) terjadi gempa dan
huru-hara, dan di sana muncul dua
tanduk syetan. (HR. Bukhari)
Catatan: Yang dimaksud dengan
Nejed dalam hadits ini adalah Iraq.
Penduduk Syam diuji oleh Allah
dengan penyakit tho’un (wabah
pes) agar mendapat syahadah dan
rohmat.
“Jibril datang kepadaku dengan
membawa demam dan pes, aku
menahan demam di Madinah dan
aku lepaskan pes untuk negeri
Syam, karena meninggal karena
pes merupakan mati syahid bagi
umatku, rahmat bagi mereka,
sekaligus kehinaan bagi kaum
kafir.” (HR. Imam Ahmad)
Negeri Syam dinaungi sayap
malaikat rahmat
“Beruntunglah negeri Syam.
Sahabat bertanya: mengapa ?
Jawab Nabi saw: Malaikat rahmat
membentangkan sayapnya di atas
negeri Syam.” (HR. Imam Ahmad)
Syam adalah negeri iman dan Islam
saat terjadi huru-hara dan
peperangan dahsyat.
“Aku bermimpi melihat tiang kitab
(Islam) ditarik dari bawah
bantalku, aku ikuti pandanganku,
ternyata ia adalah cahaya sangat
terang hingga aku mengira akan
mencabut penglihatanku, lalu
diarahkan tiang cahaya itu ke
Syam, dan aku lihat bahwa bila
fitnah (konflik) terjadi maka iman
terletak di negeri Syam.”
Syam merupakan pusat negeri
Islam di akhir zaman
“Salamah bin Nufail berkata: aku
datang menemui Nabi saw dan
berkata: aku bosan merawat kuda
perang, aku meletakkan senjataku
dan perang telah ditinggalkan para
pengusungnya, tak ada lagi
perang. Nabi saw menjawab:
Sekarang telah tiba saat
berperang, akan selalu ada satu
kelompok di tengah umatku yang
unggul melawan musuh-
musuhnya, Allah sesatkan hati-hati
banyak kalangan untuk kemudian
kelompok tersebut memerangi
mereka, dan Allah akan memberi
rizki dari mereka (berupa
ghanimah) hingga datang
keputusan Allah (Kiamat) dan
mereka akan selalu demikian
adanya. Ketahuilah, pusat negeri
Islam adalah Syam. Kuda perang
terpasang tali kekang di kepalanya
(siap perang), dan itu membawa
kebaikan hingga datangnya
Kiamat.” (HR. Imam Ahmad)
Syam merupakan benteng umat
Islam saat terjadinya malhamah
kubro (perang dahsyat akhir
zaman)
“Auf bin Malik al-Asyja’iy berkata:
Aku menemui Nabi saw lalu aku
ucapkan salam. Nabi saw: Auf ?
Aku: Ya, benar. Nabi saw:
Masuklah. Aku: Semua atau aku
sendiri? Nabi saw: Masuklah
semua. Nabi saw: Wahai Auf,
hitung ada enam tanda Kiamat.
Pertama, kematianku. Aku: Kalimat
Nabi saw ini membuatku
menangis sehingga Nabi saw
membujukku untuk diam. Aku lalu
menghitung: satu. Nabi saw:
Penaklukan Baitul Maqdis. Aku:
Dua. Nabi saw: Kematian yang
akan merenggut umatku dengan
cepat seperti wabah kematian
kambing. Aku: Tiga. Nabi saw:
Konflik dahsyat yang menimpa
umatku. Aku: Empat. Nabi saw:
Harta membumbung tinggi
nilainya hingga seseorang diberi
100 dinar masih belum puas. Aku:
Lima. Nabi saw: Terjadi gencatan
senjata antara kalian dengan Bani
Ashfar (bangsa pirang), lalu
mereka mendukung kalian dengan
80 tujuan. Aku: Apa maksud
tujuan? Nabi saw: Maksudnya
panji. Pada tiap panji terdisi dari
12.000 prajurit. Benteng umat
Islam saat itu di wilayah yang
disebut Ghouthoh, daerah sekitar
kota Damaskus.” (HR. Imam
Ahmad)
Catatan: Daerah bernama
Ghauthah masih ada hingga kini,
tak berubah namanya, dan
letaknya memang dekat Damaskus.
Pasukan terbaik akhir zaman ada
di Syam dan Allah menjamin
kemenangan mereka.
“Pada akhirnya umat Islam akan
menjadi pasukan perang: satu
pasukan di Syam, satu pasukan di
Yaman, dan satu pasukan lagi di
Iraq. Ibnu Hawalah bertanya:
Wahai Rasulullah, pilihkan untukku
jika aku mengalaminya. Nabi saw:
Hendaklah kalian memilih Syam,
karena ia adalah negeri pilihan
Allah, yang Allah kumpulkan di
sana hamba-hamba pilihan-Nya,
jika tak bisa hendaklah kalian
memilih Yaman dan berilah minum
(hewan kalian) dari kolam-kolam
(di lembahnya), karena Allah
menjamin untukku negeri Syam
dan penduduknya.” (HR. Imam
Ahmad).
Kematian Dajjal terjadi di Syam
“Al-Masih Dajjal akan datang dari
arah timur, ia menuju Madinah,
hingga berada di balik Uhud, ia
disambut oleh malaikat, maka
malaikat membelokkan arahnya ke
Syam, di sana ia dibinasakan, di
sana dibinasakan.” (HR. Imam
Ahmad)
“Dajjal akan keluar di tengah
Yahudi Asfahan hingga mencapai
Madinah, ia singgah di
perbatasannya, saat itu Madinah
memiliki 7 pintu pada tiap pintu
dijaga oleh 2 malaikat, maka
penduduk Madinah yang jahat
bergabung dengan Dajjal, hingga
bila mereka mencapai pintu Ludd,
Isa as turun lalu membunuhnya,
dan sesudah itu Isa as hidup di
dunia 40 tahun sebagai pemimpin
yang adil dan hakim yang
bijak.” (HR. Imam Ahmad).
Syam adalah negeri titik temu dan
titik tolak
“Kalian akan dikumpulkan di sana
– tangannya menunjuk ke Syam –
jalan kaki atau naik kendaraan
maupun berjalan terbalik (kepala
di bawah) … “(HR. Imam Ahmad)
“Maimunah bertanya kepada Nabi
saw: Wahai Nabi Allah, jelaskan
kepada kami tentang Baitul
Maqdis. Maka Nabi saw menjawab:
Dia adalah negeri titik bertolak dan
titik berkumpul, datanglah ke sana
dan sholatlah di sana, karena
sholat di sana bernilai 1000 kali
sholat di tempat lain.” (HR. Ahmad).
Langganan:
Postingan (Atom)